Gresik– YIMI Gresik menggelar kegiatan Malam Telikuran pada Kamis (12/03/2026) yang berlangsung di lingkungan SD YIMI Gresik. Kegiatan ini diselenggarakan dalam rangka menyambut sepuluh malam terakhir bulan Ramadhan yang diyakini sebagai malam-malam istimewa, sekaligus sebagai upaya mendekatkan diri kepada Allah SWT dengan harapan dapat meraih keberkahan malam Lailatul Qadar.

Malam Telikuran juga menjadi momentum bagi YIMI Gresik untuk menanamkan nilai-nilai religius serta mempererat kebersamaan antara keluarga besar YIMI dengan masyarakat sekitar.

Rangkaian kegiatan diawali dengan pelaksanaan salat Isya berjamaah, kemudian dilanjutkan dengan salat Tarawih bersama yang diikuti oleh seluruh peserta yang hadir di lingkungan sekolah.

Setelah salat Tarawih, kegiatan dilanjutkan dengan kirab Malam Telikuran yang dimulai dari halaman SD YIMI. Peserta kirab diberangkatkan langsung oleh Ketua YIMI, Drs. Muhammad Syahab. Para peserta kemudian berjalan bersama mengelilingi rute yang telah ditentukan, dimulai dari area sekolah dan kembali lagi ke SD YIMI sebagai titik akhir.

Kirab berlangsung dengan penuh semangat dan menjadi salah satu momen yang paling dinanti dalam kegiatan tersebut. Peserta yang mengikuti kirab berasal dari berbagai jenjang pendidikan di lingkungan YIMI, mulai dari KB, TK, SD hingga SMP YIMI.
Setelah rangkaian kirab selesai, acara dilanjutkan dengan tausiyah keagamaan yang disampaikan oleh KH. Abdurroufsirojuddin, Lc. Dalam tausiyahnya, ia menyampaikan pesan tentang keutamaan sepuluh malam terakhir Ramadhan serta pentingnya meningkatkan ibadah dan memperbanyak amal kebaikan pada malam-malam tersebut.

Usai tausiyah, KH. Abdurroufsirojuddin juga memimpin salat Tasbih yang diikuti oleh seluruh jamaah sebagai penutup rangkaian kegiatan Malam Telikuran.
Suasana kegiatan berlangsung meriah namun tetap khidmat. Acara ini diikuti oleh seluruh keluarga besar YIMI, mulai dari siswa KB, TK, SD, hingga SMP YIMI, para guru, serta sejumlah wali murid.

Tidak hanya dari lingkungan YIMI, masyarakat sekitar juga turut hadir dan berpartisipasi dalam kegiatan tersebut, khususnya saat pelaksanaan salat Tasbih. Kehadiran berbagai pihak menjadikan Malam Telikuran semakin ramai dan penuh kebersamaan.

Melalui kegiatan ini, diharapkan seluruh peserta dapat merasakan suasana Ramadhan yang lebih bermakna, memperkuat ukhuwah, serta meningkatkan semangat dalam beribadah, terutama pada sepuluh malam terakhir bulan Ramadhan yang penuh keberkahan.
