GRESIK – SD YIMI Full Day School Gresik mengukuhkan diri sebagai lembaga pendidikan yang berkomitmen tinggi terhadap kelestarian lingkungan. Sekolah ini berhasil meraih penghargaan Adiwiyata Nasional yang diserahkan langsung oleh Menteri Lingkungan Hidup pada Kamis (11/12) lalu di Jakarta.
Pencapaian ini menempatkan SD YIMI sebagai salah satu dari hanya lima sekolah di Kabupaten Gresik yang berhasil memboyong penghargaan bergengsi tingkat nasional tersebut pada tahun ini.
Perjalanan Panjang Sejak 2017
Kepala SD YIMI, Abdul Adhim, mengungkapkan bahwa prestasi ini bukanlah hasil instan, melainkan buah dari konsistensi selama bertahun-tahun. Upaya sistematis untuk menjadi sekolah peduli lingkungan ini telah dirintis sejak tujuh tahun silam.
“Upaya menjadi sekolah adiwiyata dimulai tahun 2017 dengan perwujudan program sekolah peduli dan berbudaya lingkungan, kurikulum berbasis lingkungan, kegiatan lingkungan berbasis partisipatif, serta pengelolaan sarana pendukung ramah lingkungan,” ujar Abdul Adhim.
Sebagai informasi, Adiwiyata Nasional adalah penghargaan tertinggi yang diberikan oleh Pemerintah RI melalui Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) serta Kementerian Pendidikan.
Program ini bertujuan untuk menciptakan warga sekolah yang bertanggung jawab dalam upaya perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup. Sekolah yang meraih predikat Nasional dinilai telah berhasil mengintegrasikan nilai-nilai lingkungan ke dalam manajemen sekolah, kurikulum, hingga kegiatan ekstrakurikuler secara berkelanjutan.
Tidak berhenti di tingkat nasional, SD YIMI telah mematok target yang lebih tinggi. Gelar Adiwiyata Nasional ini dipandang sebagai batu loncatan menuju level tertinggi, yaitu Adiwiyata Mandiri.
“Dengan diraihnya Adiwiyata Nasional, kami berharap terwujud pula impian kami menuju tahap Adiwiyata Mandiri di tahun 2026-2027,” imbuhnya.
Untuk mencapai target tersebut, SD YIMI telah menyiapkan strategi khusus yang melampaui standar pembinaan dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Gresik. Fokus utamanya adalah penguatan Sumber Daya Manusia (SDM) melalui sinergi segitiga antara guru, siswa, dan wali murid.
Program unggulan yang diusung adalah menciptakan inovasi yang memiliki manfaat sosial bagi khalayak luas.
“Kami punya program khusus bagaimana SDM YIMI—baik siswa, wali murid, maupun guru—bersinergi membuat sesuatu yang dapat dimanfaatkan dan bermanfaat bagi masyarakat. Baik itu melalui program reuse (penggunaan kembali), recycle (daur ulang), maupun inovasi lingkungan lainnya,” pungkas Abdul Adhim. (rir)
