GRESIK – Kemeriahan mewarnai Kompleks Sekolah Dasar Yayasan Islam Malik Ibrahim (SD YIMI) Gresik. Ratusan anak usia dini dari berbagai wilayah memadati area halaman sekolah dan aula lantai atas untuk mengikuti gelaran puncak acara bertajuk YIMI Got Talent, yang menyajikan perlombaan mewarnai, Sabtu (26/9/2026).
Ajang kreasi ini menyedot antusiasme luar biasa dengan diikuti sekitar 800 siswa dari berbagai TK di Gresik dan sekitarnya. Selama durasi dua jam, para peserta tampak asyik menggoreskan warna dan mengasah kreativitas di atas kertas gambar.
Perlombaan mewarnai ini menjadi rangkaian pemungkas setelah sebelumnya SD YIMI sukses menggelar Lomba Fashion Show, Lomba Tahfidz Al-Qur’an, serta Lomba Clash of Champions (COC) pada beberapa waktu lalu. Seluruh rangkaian ajang bakat ini digelar untuk memperebutkan Piala Wakil Bupati Gresik.

Kepala SD YIMI Gresik, Abdul Adhim, menegaskan bahwa sebagai lembaga pendidikan dasar berbasis keagamaan, SD YIMI terus berkomitmen memadukan Kurikulum Nasional dengan pendidikan pesantren.
“SD YIMI merupakan sekolah berbasis agama. Kami menerapkan kurikulum nasional yang diintegrasikan dengan kurikulum berkarakter pesantren, sehingga pembinaan keagamaan siswa terarah dan sangat kuat. Untuk menunjang kualitas pembelajaran tersebut, kami didukung sekitar 60 tenaga pendidik, di mana setiap ruang kelas didampingi oleh guru kelas dan guru pendamping,” terang Abdul Adhim.
Pelaksanaan kegiatan ini mendapat apresiasi tinggi dari Wakil Bupati Gresik, dr. Asluchul Alif, yang hadir memberikan dukungan moral secara langsung kepada para peserta dan orang tua. Menurut dr. Alif, tantangan terbesar pengasuhan anak di era digital saat ini adalah ketergantungan pada gawai (gadget).

Ia menilai event kreasi anak seperti YIMI Got Talent menjadi sarana efektif untuk mengalihkan perhatian anak dari layar ponsel sekaligus melatih keberanian tampil di depan publik.
“Tantangan anak-anak hari ini adalah ketergantungan gadget. Event seperti ini sangat luar biasa karena bisa melepaskan anak-anak dari ponsel dan ini patut kita apresiasi tinggi, sebab tidak semua anak memiliki keberanian untuk mau tampil di depan umum,” ungkap dr. Asluchul Alif.
Lebih lanjut, Wabup Alif berpesan kepada para orang tua agar tidak hanya berfokus pada capaian nilai akademik semata, melainkan juga membentuk kepedulian dan kepekaan lingkungan anak sejak dini.
“Orang-orang yang sukses di dunia adalah mereka yang memiliki kepekaan terhadap lingkungan sejak dini, bukan hanya mengejar angka nilai. Mendidik anak bisa dimulai dari hal sederhana, seperti membiasakan mereka merapikan tempat tidur sendiri saat bangun. Saya berharap para orang tua saat ini dapat mendidik anak-anaknya agar peka dan peduli terhadap lingkungan sekitar,” tambahnya.

Di sela-sela sambutannya, dr. Alif juga meluangkan waktu untuk berinteraksi langsung dengan mengajak beberapa peserta lomba mewarnai maju ke depan panggung untuk unjuk gigi. Suasana mendadak riuh dan hangat saat anak-anak usia dini tersebut dengan percaya diri melantunkan hafalan surat-surat pendek Al-Qur’an serta doa harian di hadapan Wabup dan seluruh undangan yang hadir.
Antusiasme tidak hanya datang dari peserta, tetapi juga para orang tua murid. Fatin (33), salah seorang wali murid asal Babaksari, Kecamatan Dukun, mengaku sengaja datang jauh-jauh untuk mengantarkan buah hatinya berpartisipasi dalam Lomba Mewarnai SD YIMI.
“Tahun kemarin anak saya juga ikut lomba di sini. Saya dapat informasi lombanya dari media sosial. Karena anak saya sangat gemar mewarnai, kami antusias ikut lagi. Semoga SD YIMI sukses dan terus maju,” tutur Fatin.
Seluruh Rangkaian YIMI Got Talent berlangsung dengan meriah, lancar, dan penuh kehangatan, sekaligus menjadi wadah apresiasi potensi anak usia dini di Kabupaten Gresik. (rir)
