GRESIK – MP YIMI Full Day School Gresik terus berkomitmen mengasah kemampuan literasi para siswanya. Melalui kegiatan kokurikuler, pihak sekolah menggelar Workshop Literasi Sekolah mengusung tema “Menumbuhkan Budaya Menulis dan Berpikir Kritis Bersama Jurnalis Cilik SMP YIMI” di Aula SMP YIMI, Kamis (22/8).

Workshop yang diikuti oleh seluruh siswa ini dikemas interaktif dan terbagi dalam tiga sesi pelatihan. Guna memberikan pemahaman jurnalistik secara mendalam, sekolah menghadirkan jurnalis profesional dari Radar Gresik Jawa Pos Group sebagai narasumber.

Untuk jenjang kelas 7 dan 9, materi disampaikan langsung oleh Riri Masfardian. Sementara itu, kelas 8 dipandu oleh Novia Andriani. Para siswa mendapatkan pembekalan teori dasar-dasar jurnalistik, teknik penggalian informasi, hingga kiat merangkai gagasan menjadi karya tulis yang bernilai berita.
Kepala SMP YIMI Full Day School, Ainun Naim, menuturkan bahwa pembekalan dari praktisi media secara langsung sangat penting untuk memicu daya kritis dan kreativitas menulis para siswa sejak dini.

“Para siswa sengaja dihadirkan narasumber yang kompeten di bidangnya agar mereka mengetahui dan memahami secara langsung bagaimana proses menjadi seorang penulis yang baik,” tutur Ainun Naim.
Tak sekadar menerima teori, antusiasme para peserta langsung diuji melalui praktik penulisan sesuai dengan tingkatan kelas masing-masing. Hasil karya tersebut nantinya dikumpulkan kepada wali kelas untuk dievaluasi dan dinilai.
Adapun penugasan karya tulis dibagi menjadi tiga kategori:
- Kelas 7: Menulis narasi dan laporan kegiatan di lingkungan sekolah.
- Kelas 8: Menulis penelusuran sejarah serta asal-usul desa tempat tinggal masing-masing.
- Kelas 9: Menulis profil biografi dan rekam jejak guru di sekolah.
Melalui kegiatan kokurikuler ini, SMP YIMI Full Day School berharap budaya literasi dan tradisi berpikir kritis tidak hanya berhenti di dalam ruang kelas, tetapi juga tercermin dalam karya tulis nyata yang dihasilkan oleh para jurnalis cilik mereka.
