GRESIK – Kelompok Bermain dan Taman Kanak-Kanak (KB-TK) YIMI Gresik sukses menggelar kegiatan edukatif bertajuk “Mini Zoo” dengan mengusung tema “Berkenalan Langsung dengan Sahabat Satwa” yang juga secara langsung menghadirkan Komunitas Reptile Gresik pada hari Rabu (23/09).
Kegiatan yang diikuti oleh sekitar 80 siswa mulai dari kelompok bermain, TKA, hingga TKB ini bertujuan untuk mengenalkan berbagai jenis satwa serta menumbuhkan kepedulian terhadap makhluk hidup sejak dini.
Kepala KB-TK YIMI Gresik, Ustadzah Kristantin, S.Pd., menjelaskan bahwa kegiatan ini memiliki tujuan mulia untuk mendekatkan anak-anak kepada ciptaan Tuhan sekaligus mengenalkan kekayaan alam flora dan fauna secara langsung.
“Supaya anak-anak itu lebih mengenal dan mensyukuri ciptaan Allah Subhanahu wa ta’ala dan juga mengenalkan berbagai macam kekayaan alam, jadi sedikit-sedikit akan ada fauna dan flora yang kita kenalkan, juga dari bermacam-macam binatang,” ujar Ustadzah Kristantin.
Dalam kegiatan edukatif tersebut, para siswa tampak antusias karena turut membawa hewan peliharaan sendiri dari rumah, seperti ikan, kura-kura, kelinci, ayam, bebek, burung, hamster, kucing bahkan ular.
Suasana kegiatan semakin meriah ketika seorang perwakilan siswa dari kelompok TK B bernama Deren maju ke depan untuk memperkenalkan hewan peliharaannya kepada teman-teman.
Dengan penuh keberanian, Deren membawa seekor ular peliharaannya yang diberi nama Syia. Sambil meminta teman-temannya untuk mundur dan duduk dengan tertib demi keamanan, guru dan Deren menjelaskan bahwa ular tersebut merupakan jenis hewan buas yang memakan tikus putih kecil.
Meskipun Deren tampak berani memegang ularnya secara lembut, para siswa lain diingatkan untuk tetap berhati-hati dan tidak sembarangan memegang hewan berbahaya karena ular sanca kecil memiliki risiko lilitan. Setelah sesi perkenalan yang menegangkan sekaligus mengasyikkan tersebut selesai, ular milik Deren pun dimasukkan kembali ke dalam kandangnya agar tetap aman.
Selain hewan peliharaan rumah, anak-anak juga diperkenalkan langsung dengan berbagai jenis hewan reptil yang dibawa oleh anggota komunitas Reptile Gresik mulai dari biawak air, kura-kura sulkata yang merupakan kura-kura terbesar ketiga di dunia, bunglon (chameleon), ular sanca kecil, hingga iguana albino.
Slamet Zainuri Herwanto selaku perwakilan komunitas juga menjelaskan berbagai karakteristik hewan reptil kepada para siswa.
“Ular itu ada yang berbisa dan tidak berbisa. Jika ular berbisa akan sangat berbahaya jika menggigit, dan ular yang tidak berbisa juga berbahaya karena bisa melilit tubuh kita. Jadi, adik-adik, hati-hati kalau bertemu ular, lebih baik jangan dipegang. Mending langsung lari saja ya,” pesan Slamet Zainuri Herwanto mengenai cara mengenali dan menghadapi satwa liar.
Melalui kegiatan interaktif ini, pihak sekolah berharap anak-anak tidak hanya belajar memahami tekstur kulit dan karakteristik hewan, tetapi juga dapat menumbuhkan rasa ingin tahu, keberanian, serta kepedulian terhadap sesama makhluk hidup sejak usia dini.
“Dengan kegiatan Mini Zoo ini, anak-anak tidak hanya sekadar melihat Hewan dalam bentuk gambar saja, tetapi diajak langsung berinteraksi untuk membangun keberanian serta belajar memahami perbedaan karakteristik antara hewan yang jinak dan hewan buas. Dan hari Jum’at besok juga ada kegiatan ajang unjuk bakat yang diikuti oleh para siswa mulai dari kelompok KB (Kelompok Bermain) hingga TK B” pungkas Ustadzah Kristantin (nov)
