GRESIK – SMP YIMI Gresik terus melakukan terobosan inovatif dalam dunia pendidikan. Terbaru, sekolah ini menggelar Seminar Pendidikan bertajuk “Strategi Mengembangkan Jiwa Entrepreneur Siswa” pada Sabtu (20/12).
Acara ini menandai langkah strategis SMP YIMI dalam memperkuat kurikulum kewirausahaan dengan menggandeng Sekolah Citra Berkat (SCB) Citraland Surabaya.
Seminar ini menghadirkan dua narasumber ahli dari Sekolah Citra Berkat, yakni Mr. Adi Haryo Rosanto dan Mr. Dikman Ardian.
Pemilihan mitra ini bukan tanpa alasan karena Sekolah Citra Berkat dikenal memiliki rekam jejak luas dalam pengembangan kewirausahaan, bahkan sering menjalin kerja sama internasional hingga ke Singapura.
Kepala SMP YIMI, Ainun Naim menjelaskan bahwa kolaborasi ini merupakan upaya nyata sekolah untuk memfasilitasi minat bakat siswa secara profesional.
Melalui program ini, para guru tidak hanya mengajar, tetapi juga dibekali untuk memahami, menerapkan, hingga menjadi mentor bagi siswa dalam bidang kewirausahaan.

“Kami menggandeng sekolah yang sudah mapan di bidang entrepreneurship agar guru-guru kami mampu menjadi mentor yang mumpuni dalam memberikan pembelajaran kepada anak-anak,” ujarnya.
Kelas Entrepreneur di SMP YIMI akan menjadi kelas pertama di Gresik yang memiliki struktur kurikulum khusus. Program ini terintegrasi dalam tiga pilar yakni kurikulum nasional, kurikulum pesantren, serta program kewirausahaan terapan.
Untuk angkatan pertama, program ini dibuka untuk kapasitas 120 siswa, di mana akan dibagi menjadi empat kelas peminatan dan salah satunya difokuskan sebagai kelas khusus entrepreneur.

Meski terintegrasi dengan semua mata pelajaran, pembelajaran akan difokuskan pada lima bidang utama. Yaitu tata rias, tata busana, food and beverage (kuliner), dan fotografi.
Menariknya, setiap siswa akan didampingi oleh mentor pribadi mulai dari tahap penyusunan program, proses pembelajaran, hingga pelaksanaan proyek. Sebagai bentuk apresiasi terhadap progres siswa, SMP YIMI akan mengeluarkan rapor khusus berupa deskripsi hasil belajar kewirausahaan di luar rapor akademik reguler.
“Kelas ini adalah sebuah proses pembelajaran jangka panjang. Ada jam khusus dan penilaian mendalam terhadap hasil karya siswa, sehingga orang tua bisa melihat perkembangan soft skill anak-anak mereka secara nyata,” pungkasnya. (rir)
