GRESIK – Suasana pagi di kawasan perumahan Pondok Permata Suci (PPS) Gresik tampak berbeda dari biasanya, Minggu (25/1). Para siswa SMP YIMI yang tergabung dalam program Urban Adventure turun langsung ke tengah masyarakat untuk mendemonstrasikan keterampilan mereka dalam berwirausaha melalui kelas peminatan entrepreneur.

Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 07.00 hingga 09.00 WIB ini berhasil menarik perhatian pengunjung pasar. Dengan kreativitas yang tinggi, para siswa menawarkan berbagai menu kekinian seperti The Sticky Rice, Chocho Cheese Banana, hingga minuman segar Tropical Sunrise. Meski awalnya dibanderol seharga Rp5.000, para siswa memberikan diskon khusus 50% yang membuat seluruh dagangan ludes terjual hanya dalam waktu satu setengah jam.

Aksi lapangan ini bukan sekadar berjualan, melainkan bentuk simulasi nyata dari kurikulum peminatan yang diterapkan sekolah. Melalui interaksi langsung dengan pembeli, para siswa belajar cara menawarkan produk, mengelola keuangan, hingga membangun komunikasi yang baik dengan pelanggan.

Kepala SMP YIMI Gresik, Ainun Naim, M. Pd yang hadir langsung meninjau lokasi, mengungkapkan rasa bangganya atas antusiasme masyarakat dan keberanian para siswa. Ia menegaskan bahwa pengalaman praktis seperti ini adalah inti dari kelas peminatan yang sedang dikembangkan.
“Kegiatan hari ini adalah unjuk kemampuan siswa kami di kelas entrepreneur. Perlu diketahui, kelas entrepreneur ini merupakan salah satu dari empat kelas peminatan yang kami buka resmi pada awal tahun ajaran depan. Kami ingin menjawab kebutuhan masyarakat akan model pendidikan yang lebih spesifik dan aplikatif,” ujar Ainun Naim di sela-sela kegiatan.

Kehadiran kelas entrepreneur ini diklaim sebagai yang pertama di Gresik untuk jenjang sekolah menengah pertama. Inovasi ini hadir sebagai solusi bagi orang tua yang ingin membekali putra-putrinya dengan kemandirian finansial dan mentalitas tangguh sejak dini.

Selain memamerkan kebolehan siswa, SMP YIMI juga memanfaatkan momen ini untuk mensosialisasikan Promo Spesial Penerimaan Murid Baru (PMB) tahun ajaran 2026-2027 serta program Inden PMB untuk tahun 2027-2028. Pengunjung yang membeli paket produk siswa pun nampak semakin antusias berkat pemberian suvenir menarik sebagai apresiasi.
Dengan kesuksesan agenda Urban Adventure ini, SMP YIMI semakin mengukuhkan posisinya sebagai sekolah yang adaptif terhadap perkembangan zaman, sekaligus membuktikan bahwa belajar tidak harus selalu di dalam ruang kelas. (rir)
