Belakangan ini disadari atau tidak kita hidup di era revolusi informasi. Sebuah era di mana informasi memiliki peran penting. Era yang mencerminkan tingginya tingkat ketergantungan manusia terhadap teknologi informasi. Di era sekarang manusia adalah digital natives, dari sejak lahir sudah berinteraksi dengan alat digital. Karenanya, mereka mudah beradaptasi dengan perubahan teknologi dan mampu mengikuti perkembangan teknologi yang sangat cepat. Karena itu, perubahan pada dunia pendidikan menjadi suatu keniscayaan. Guru sebagai pelaku utama pendidikan harus ikut pula menjadi bagian dari perubahan tersebut, karena perubahan pola pendidikan tidak akan ada artinya tanpa dukungan dari para pelakunya.Guru yang tidak mampu mengikuti perkembangan zaman akan ditinggalkan oleh masyarakat. Saat ini tuntutan masyarakat sangat tinggi dan sudah selayaknya guru memenuhi dirinya dengan kualifikasi terbaik untuk menyambut tuntutan tersebut. Sudah bukan zamannya lagi guru tidak bisa mengoperasikan komputer atau tidak terhubung internet karena internet telah merasuki seluruh urat nadi kehidupan.Tidak dapat dipungkiri, selain memiliki sisi positif, perkembangan teknologi juga memiliki sisi negatif. Banyak pihak yang merasa sangat khawatir akan dampak buruk interaksi anak-anak dengan gawai. Kekhawatiran ini sangat beralasan karena kenakalan remaja makin beragam bentuknya seiring dengan mudahnya akses terhadap internet. Akan tetapi kekhawatiran ini tidak serta merta harus membuat guru alergi terhadap perubahan dan kemajuan. Justru tugas para gurulah yang harus membentengi anak-anak dari pengaruh negatif dan mendorong mereka untuk mengambil sisi positifnya.Dibutuhkan pemandu agar anak didik tidak tenggelam oleh banjir informasi di sekitarnya. Orangtua di rumah dan guru di sekolah adalah pagar pembatas bagi anak-anak, mana yang benar mana yang tidak, mana yang bakal merusak dan mana yang tidak, atau mana yang diperlukan atau diabaikan.Memperlakukan siswa-siswi di era sekarang dengan gaya otoriter sepertinya sudah tidak akan laku lagi. Guru harus dapat lebih memahami karakter siswa-siswinya yang pada umumnya adalah anak-anak yang sangat dipengaruhi oleh suatu trend, tergantung pada komunitas dan bisa melakukan banyak hal-hal pekerjaan sekaligus.Mereka juga merupakan anak-anak yang mengedepankan harga diri serta identitas pribadi.
Related Posts
Asah Kreativitas dan Keterampilan Motorik, 35 Siswa SD YIMI Ikuti Environment Learning di Rocket Chicken
GRESIK — Sebanyak 35 murid kelas 1 PA SD YIMI Gresik mengikuti... read more
SD YIMI Gelar Kegiatan Ramadhan Berbagi Zakat, Tanamkan Kepedulian Sosial Sejak Dini
Gresik - Dalam rangka menyemarakkan bulan suci Ramadhan, SD YIMI menyelenggarakan kegiatan... read more
YIMI Gresik Gelar Idul Adha 1447 H, Tanamkan Nilai Keikhlasan dan Kepedulian Sosial Melalui Kurban
GRESIK — Dalam rangka memperingati Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah, YIMI... read more
Haru Biru di Hotel Harison Gresik, Siswa SD YIMI Ucapkan Terima Kasih Kepada Orang Tua Lewat Setangkai Bunga
GRESIK – Suasana haru bercampur bahagia mewarnai acara Pisah Pasrah dan Wisuda... read more
Peringati Hari Santri, Siswa SD YIMI Gresik Gelar Kirab Keliling
Memperingati Hari Santri Nasional yang jatuh pada tanggal 22 Oktober 2023, siswa... read more
Pembelajaran Era Pandemi
GRESIK – Pembelajaran di era pandemi tidak menghambat semangat tenaga pendidik...
read more
MARKHABAN YAA RAMADHAN 1443 H
Kirab SD YIMI Gresik “FDS” dalam rangka menyambut datangnya bulan suci ramadhan... read more
Environment Learning, Siswa SD YIMI Belajar Membuat Es Krim di Momoyo Gresik
GRESIK – Siswa kelas 2 putra SD YIMI Full Day School Gresik... read more
Podcast Edukatif SD–SMP YIMI Gresik, Pentingnya Pendampingan Karakter Anak di Masa Transisi
Podcast Edukatif dengan narasumber Kepala Sekolah SD Nurul Islah, Imamatul Falikhah, S.Pd.I,... read more
GURU TAMU SD YIMI AS SYEIKH Dr. MUHAMMAD SYADI MUSTHAFA ARBASY (SURIAH)
Bismillahirrohmanirrohim Alhamdulillah, segala puji bagi Allah S.W.T atas rahmat dan taufiq-Nya. Sholawat dan... read more
