
STRATEGI PEMBELAJARAN DEEP LEARNING PADA PENDIDIKAN ANAK USIA DINI (PAUD)

Deep learning (Pembelajaran Mendalam) merupakan salah satu strategi pembelajaran yang mengedepankan pendekatan dengan menekankan pada memuliakan penciptaan suasana belajar dan proses pembelajaran berkesadaran (mindful), bermakna (meaningful), dan menggembirakan (joyful) melalui olah fikir (intelektual), olah hati (etika), olah rasa (estetika , dan olah raga (kinestetik) secara holistik dan tepadu.
Kunci keberhasilan strategi Deep Learning terletak padab kreativitas guru yang memiliki jiwa pembelajar, mau keluar dari zona aman berfikir out of the box serta bertanggung jawab dalam menghadapi tantangan.
Kerangka kerja Deep Learning meliputi :
Kerangka Pembelajaran
Panduan sistematis dalam menyusun desain pembelajaran yaitu, praktik pedagogis, lingkungan pembelajaran, pemanfaatan digital dan kemitraan pembelajaran.
Pengalaman Belajar
Sebagai proses yang dialami anak didik dalam pembelajaran yaitu memahami, mengaplikasi serta merefleksi.
Prinsip Pembelajaran
Merupakan dasar karakterisitik Deep Learning yang berkesadaran, bermakna dan menggembirakan.
Dimensi Profil Lulusan
Berfokus pada profil lulusan yang akan dicapai agar memiliki jiwa keimanan dan ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa, kewargaan, kreativitas, penalaran kritis, kolaborasi, kemandirian, kesehatan, komunikasi.
Contoh pelaksanaan strategi Pembelajaran Deep Learning
Tahap pertama :
– Guru menyampaikan pengetahuan tentang air, aplikasinya serta nilai dan karakter yang terkait dengan air.
– Guru menunjukkan es batu dalam sebuah wadah dan bertanya “apa yang terjadi jika es di letakkan di luar lemari es ?, menurut kalian kemana perginya es saat mencair ?
– Anak diajak memprediksi apa yang akan terjadi
Kegiatan diatas pada tahap pertama disebut dengan “Memahami” (berkesadaran, bermakna)
Tahap Kedua:
– Guru meminta anak mengamati es batu
– Anak diajak menyentuh, mengamati perubahan es menjadi air
– Guru bertanya “ bagaimana rasanya?, apakah ada yang berubah ?
– Kemudian anak diajak bereksperimen misal membekukan air di dalam lemari es dan mengamati prosesnya
– Berdiskusi apa yang terjadi pada air setelah di masukkan ke dalam lemari es ?
Tahap kedua dinamakan “Eksplorasi dan Elaborasi”.

Tahap ketiga :
– Guru mengajak anak menceritakan apa yang mereka pelajari
– Berikan apresiasi atas jawaban mereka dan menegaskan kembali konsep perubahan wujud air.
Strategi pembelajaran Deep Learning intinya bagaimana memberikan kepada anak didik dengan menekankan pentingnya umpan balik dan assessment autentik yang mencakup tiga fungsi yaitu fungsi sebagai pembelajaran (assessment as learning), assessment untuk pembelajaran ( assessment for leraning), assessment dalam pembelajaran (assessment of learning).