Pertahankan Program Unggulan Saat Pandemi Covid-19, Target SD YIMI Ikuti 30 Kejuaraan Setiap Semester

Gresik — Sejumlah sekolah sudah melaksanakan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas. Termasuk di Kabupaten Gresik, salah satunya adalah Sekolah Dasar (SD) Yayasan Maulana Malik Ibrahim (YIMI).

Gresik — Sejumlah sekolah sudah melaksanakan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas. Termasuk di Kabupaten Gresik, salah satunya adalah Sekolah Dasar (SD) Yayasan Maulana Malik Ibrahim (YIMI). Bahkan sekolah yang berada di Jalan Kiai H. Agus Salim, Sumberrejo, Pulopancikan, Kecamatan/Kabupaten Gresik ini sudah jauh lebih dulu melakukan sistem PTM blanded (Kombinasi pengajaran luring dan daring). Yaitu sejak awal adanya Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).

Tentunya, dalam sistem PTM terbatas di salah satu sekolah favorit wilayah Gresik Kota tersebut harus dengan protokol kesehatan (prokes). Setiap kelas yang masuk dibagi menjadi dua, yaitu maksimal 15 siswa per ruangnya. Meski demikian, tapi pembatasan dalam kondisi pandemi Covid-19 ini tak membuat sekolah untuk berhenti menciptakan calon-calon siswa berprestasi. Sejumlah program unggulan yang dimiliki pun terus dijalankan secara maksimal.

Program tahfidz misalnya. Kepala Sekolah SD YIMI, Abdul Adhim mengatakan, bahwa PTM terbatas di SD YIMI terbagi dalam dua gelombang, yang seluruh siswa kelas 1 sampai 6 SD masuk sekolah. “Mulai pukul 07.00 WIB sampai pukul 09.30 WIB untuk siswa laki-laki kelas 1 sampai 6. Untuk kelas putri mulai pukul 10.00 WIB sampai 12.30 WIB, dan insya Allah akan ada tambahan jam pelajaran bulan depan Oktober,” katanya.
“Untuk prokes tetap kami jalankan dengan ketat, semua guru juga sudah melakukan vaksin dua kali,” ungkap Ustadz Abdul Adhim,
Rabu (9/8/2021).

Lebih lanjut dijelaskan terkait peningkatan program unggulan, sebenarnya SD YIMI mempunyai target setiap satu semester 30 kejuaraan. Antara lain pidato bahasa inggris, puisi, matematika, dan tahfidz Al-qur’an. “Jadi total 60 kejuaraan per tahunnya. Namun sejak adanya pandemi tidak banyak instansi yang mengadakan lomba, begitupun tidak banyak siswa yang mengikuti lomba. Ada 10 sampai 12 kejuaraan selama masa pandemi Covid-19 ini,” paparnya.

Namun, dalam program unggulan sekolah seperti tahfidz tetap akan mentarget bagi kelas 1, 2, dan 3 telah hafal juz 30. Sedangkan peserta didik kelas 4, 5, 6 harus hafal juz 29. “Dengan metode Samai, (pendengaran, safahi, (praktek lisan), dan tallaqi (diajar gurunya langsung dengan ambil nafas sendiri),” imbuhnya.
Alumni Pondok Pesantren (Ponpes) Mambaus Sholihin Suci, Gresik itu menerangkan, program tahfidz ini masuk dalam kegiatan intra pelajaran yang terbagi beberapa jam pelajaran. “Guru khafidz dari khufadz (Penghafal Al-qur’an) semua, total ada 8 guru TPQ baik laki-laki maupun perempuan,” jelasnya.

Nnatinya para siswa dalam setiap 3 tahun juga ada wisuda Tahfidz Al-qur’an. Yang ditandai dengan kelulusan hafalan juz 30 bagi kelas 3, serta juz 30 dan 29 bagi kelas 6. “Mengikuti wajib, tapi kelulusan untuk kemampuan masing-masing. Kemarin satu semester wisuda 70 persen siswa siswi YIMI,” tambahnya.
Selanjutnya, untuk prestasi ada tiga pelajar SD YIMI yang sampai hafal 7 Juz Al-qur’an, 2 Juz Al-qur’an dan juara 1 Hafidz tingkat Provinsi. Ketiga siswa itu yakni, Abdur Rohman Juara 1 lomba Tahfidz tingkat Provinsi tahun 2020. Siswa kelas III PA (Putra) 1 ini sudah hafal satu juz, yaitu juz 30.
“Sekarang sedang hafalan juz 29. Lumayan gampang hafalan, dan senang belajar di sekolah YIMI,” tutur Rohman dengan semangat.

Peserta didik yang berprestasi kedua adalah Bukhori. Meski belum bisa menjadi juara hafidz, namun jumlah hafalan siswa kelas III PA 2 ini sudah 7 juz. Di usianya yang masih relatif anak-anak, dia sudah memulai hafalan juz 30 sejak pendidikan Taman Kanak-kanak (TK). “Saat TK sudah hafal juz 30, dengan target nanti bisa hafal 30 juz Al-qur’an,” ucapnya.

Bukhori pun mengaku senang dengan pembelajaran di SD YIMI. Dia mempunyai target sendiri, yaitu satu hari tiga ayat yang harus dihafalkan. “Satu tahun, satu juz mulai TK sampai SD. Alhamdulillah sudah hafal 7 Juz,” paparnya.
Yang ketiga, siswi berprestasi lainnya adalah Khansa Nada. Pelajar kelas V PI 1 ini sudah hafal dua juz. Dia juga mempunyai target hafal 30 juz Al-qur’an. “Gampang kalau terus belajar, dan memang untuk banggain orang tua,” tandasnya.